Minggu, 05 Agustus 2012

Dengan Allah

Bismillah...


 
Kuasa Allah yang membolak-balikkan hati
Saat taat dan ibadahpun semangat
Saat lengah dan ibadahpun melemah
Saat kosong dan tiada harapan menyongsong
Saat daya terasa hampa

Kuasa Allah adalah segalanya
Pada titik terlemah
Pada kekakuan hati
Ingatlah DIA meski sedikit, meski sedetik
Semoga yang sedikit dan sedetik
Adalah bibit mekarnya iman
Hingga langit ketujuh

Benar hanya Allah dan memang hanya Allah
Tak akan sepi
Meski sendiri disini
Keramaian doa yang dihaturkan
Memenuhi keindahan hati ini

Ya, doa itu menjadi penyemangat
Bahasa cinta seorang hamba
Tanda kekuatan dari Sang pencipta

Tiada batas, tiada sekat
Dengan Allah

Penuhi hati kami dengan cintaMU
Agar kelapangan selalu hadir
Agar keindahan selalu tampak
Bagaimanapun, dimanapun


Allahua'lam

Tentang Kita Dan Allah






































Jika kita tersenyum dengan kebahagiaan
Mungkin dengan kesedihan
Kita bisa belajar menyambutnya dengan senyum
Senyum termanis
Pada keindahan takdir Illahi

Keindahan mengalirnya airmata
Pengakuan kekerdilan hamba
Bahwa memang tiada daya dan upaya
Bahwa semua milik-NYA

Allah yang mencipta segala
Bukan hanya suka yang membuat lena
Juga duka yang menciptakan daya

Bagaimana kita, biar Allah pemberi makna
Baik dan buruk semoga menjadi hikmah
Allah Maha Pengasih
Allah Maha Penyayang
Selalu memberi, selalu menyayangi

Hanya tentang kita dan Allah

Cerita Indah Namun Tiada Arti, Really?


 
 Bila kamu sedang putus cinta (dari sang pacar tentunya), maka dunia yang tadinya seindah dalam lukisan akan menjadi abu-abu tak berwarna. Cinta yang sebelumnya sangat diagungkan akan sekejap mata akan berubah menjadi objek cacian.
Dan bertebaranlah playboy-playboy cap kadal yang suka mengatakan cinta kepada wanita. Ia tahu wanita adalah makhluk yang senang dipuji dan diperhatikan (sepertinya tidak semua, semoga).
Tidak akan lagi aku mengenal cinta. Tidak akan lagi aku mau berhubungan dengan pria. Semua pria sama. Sama-sama tidak punya perasaan, selalu mempermainkan wanita.
Wuihh dahsyat sekali kata-katanya. Seakan-akan ada wonder woman baru yang bermunculan dan merasa tidak membutuhkan pria sama sekali.  Padahal di lain pihak, masih banyak wanita yang sedang menanti pangeran impiannya hadir. Padahal sejatinya wanita membutuhkan tempat bersandar. Ya, sehebat apapun wanita secara fisik.
Jadi siapa yang patut disalahkan dengan fenomena seperti itu?
Kemudian menyebarlah kepanjangan dari kata cinta yaitu cerita indah namun tiada arti. Hmmm, really?
Jika cinta itu berwujud, ia pasti akan marah besar. Menjadi kambing hitam akan kebobrokan zaman. Menjadi alasan demi terciptanya musibah besar. Menjadi pembenaran untuk sebuah kemaksiatan. Saat senang ia diingat dan diagungkan. Ketika sedih, ia menjadi korban oleh pelaku yang merasa dianiaya oleh cinta.
Padahal cinta adalah indah, selalu indah. Cinta itu suci selalu suci dan hanya hadir pada saat yang suci. Penciptanya saja Maha Indah, Maha Suci. Lalu mengapa kemudian ciptaanNya menjadi tidak suci dan tidak indah hanya karena perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab??
Kalau melihat contoh yang “gagal”, bisa saja mengatakan seperti itu. Bisa saja saya, dia, kalian atau mereka adalah contoh yang gagal. Gagal yang berarti pernah merasakan cinta yang salah. Pernah menikmati gula-gula masa pacaran yang sejatinya gula-gula itu hanya semu. Tapi lebih baik gagal untuk menuju keberhasilan dibanding gagal dengan terus menerus dan merasa bahwa apa yang dijalani itu benar (meskipun sebenarnya tidak).
Cukup merasakan setitik pahitnya empedu dan berganti manisnya madu. Berarti kita memiliki lidah yang berfungsi secara normal. Namun jika empedu itu tetap terasa nikmat di lidah meskipun berkali-kali kita meludah namun tetap saja mengecapnya, Maka siapa yang perlu disalahkan? Apakah sebuah lidah yang hanya anggota tubuh ataukah kita yang menjadi panglimanya?
Lidah ibarat sebuah cinta. Maka bukan cinta itu yang salah tapi seseorang (entah siapa). Yang pasti jika ada cerita Romeo dan Juliet yang kisah cintanya berakhir tragis atau kisah cinta seorang cerdas yang bernama Qais kepada Laila hingga ia dijuluki Majnun (tidak waras), bukanlah cinta yang patut dipersalahkan. Sekali lagi bukan. Dan selamanya bukan.
Jika menilik keindahan cerita Rasulullah Muhammad dengan ibunda Khadijah, mungkin bisa kita jadikan tauladan. Cinta yang suci (karena Allah semata). Bukan cinta berdasarkan harta. Bukan cinta yang menyebabkan seseorang berubah dari raja menjadi budak. Bukan cinta yang melenakan hingga melalaikan hati. Cinta yang diawali dengan niat hanya karena Allah. Dan selanjutnya menjadi ibadah-ibadah yang tiada ternilai oleh dunia. Meskipun kisahnya terkadang tertutupi oleh kisah cinta imaji mengenai putri salju, Cinderella dan semacamnya yang sudah bisa merasakan “cinta” tanpa ada ikatan sebelumnya. Yakinlah itu hanya cerita fiktif dan kita hidup di dunia nyata.
Dalih cinta yang begitu beragam. Cerita cinta yang bertebaran. Jika tidak benar-benar menelaah, maka akan lebih banyak pembenaran pada cinta yang salah.
Oh cinta. Kau tak berwujud namun kau adalah impian setiap insan. Karena dengan cinta semua indah (cinta tanpa nafsu). Dengan cinta semua bermakna. Dunia damai dengan cinta. Cinta mampu mengubah keterpurukan menjadi timbunan semangat. Cinta mampu membuat kelemahan menjadi kekuatan.
Jangan melelahkan diri mencari cinta. Dekati saja dulu Sang Pembuat Cinta, Sang Pemilik Cinta. Biarkan Dia menghadiahkan kita cinta yang indah. Insya Allah.
Allahua’lam.

Tak bosannya membahas tentang cinta

Sabtu, 14 Juli 2012

AKU JATUH CINTA PADA NYA HEHEHEH

Awalnya tak mengerti apa yg sedang kurasakan
Segalanya berubah dan rasa rindu itu pun ada
Sejak kau hadir di setiap malam di tidurku
Aku tahu sesuatu sedang terjadi padamu

Sudah sekian lama ku alami pedih putus cinta
Dan mulai terbiasa hidup sendiri tanpa asmara
Dan hadirmu membawa cinta sembuhkan lukaku
Kau berbeda dari yang ku kira

Aku jatuh cinta kepada dirimu
Sunguh sungguh cinta oh apa adanya
Tak pernah ku ragu namun tetap selalu menunggu
Sungguh aku jatuh cinta kepadamu

Coba-coba dengarkan apa yang ingin aku katakan
Yang selama ini sungguh telah lama terpendam
Aku tak percaya membuatku tak berdaya
Tuk ungkapkan apa yang kurasa

Kadang aku cemburu, kadang aku gelisah
Seringnya ku tak tentu lalui hariku
Tak dapat ku pungkiri hatiku yang terdalam
Betapa aku jatuh cinta kepadamu

CINTA KU BERAWAL DARI FACEBOOK

Sekarang aku harus seneng apa ga?? Karena aku sekarang sudah punya tambatan hati yang baru setelah sekitar 6bulan aku menjomblo, yang menjadi penyebab masalahnya adalah aku dan dia menjalin hubungan karena sekarang dia tinggal diPONDOK untuk disebuah disana, awal aku jadian dengannya hanya iseng belaka, karena penyakit kegilaan n keisengan aku yang teramat keterlaluan.
Aku mengirimkan sebuah hubungan berpacaran difacebook, dan tanpa aku duga diterima, padahal awalnya aku kira  tolak   eee ga taunya dikonfirm, dan sekarang yg mebuat aku bingung adalah status hubungan ini serius apa ga?? Aku tanya ke dia jawabnya serius, tapi ga tau nyatanya. Dan yang bikin aku ragu bukan dia melainkan diriku sendiri, aku ragu dengan hubungan ini, jika aku serius takutnya dia ga serius. Dan jika dia serius aku malah hanya main-main.
Setiap aku bertanya padanya dia selalu jawab “aku serius sayang” . dan yang membuat aku sedikit percaya kepadanya adalah dia  peratian ama ana gitu kata seseorang jika kamu ragu maka jangan lakukan hal itu, jika kamu percaya maka teruskanlah apa yang ada disana. Mungkin sekarang aku hanya ingin menguatkan hatiku untuk berusaha percaya kepadanya. Dan tetap melanjutkan hubungan ini, seperti pribahasa biarlah berlalu seperti mengalirnya air.  hahahah  apakah u serius  cinta sayaang ama ana ,, klu u serius ana jga serisu  ampe NIKAH  ,,
Andai jatuh cinta boleh memilih, tentu aku tidak akan memilih jatuh cinta.” (Ibnul Qayyim al-Jauziyah)
Mmm kenapa??
mungkin karena lebih banyak melalaikan-NYA, daripada mengingatkan kepada-NYA!!
Cinta Sejati itu menyembuhkan dan bukan menyakitkan.. namun tak jarang juga kita terjebak dalam cinta manusia, menjadikan cinta yang hakikatnya adalah menjadi baik dan mulia, kini malah membuahkan sakit dan gundah gulana..
Ada satu kata yang sering jadi trend topic masa kini, GALAU.. namun ketika kita ditanya mengapa galau?? jawabnya hanya berkisar pada dunia.. galau karena putus cinta, galau karena punya dan tidak punya pacar, galau karena banyak utang, galau karena pekerjaan numpuk, dan species serupa yang ada..
Coba renungkan bersama, dalam al-Qur’an ALLAH berfirman “Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-KU, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit” (QS. Thaahaa: 124)
Saat ditanya kepada diri,,
tentang galau yang menyelimuti hati..
Ingatlah tentang hari-hari,,
dimana kita sering berpaling dari peringatan ALLAH ilahi Rabbi..
sehingga ALLAH lantas menyulitkan hidup di bumi,,
dan menggalaukan jiwa menjadi sepi..
Kadang saya bingung,, banyak insan yang mengobral nafsunya atas nama cinta, bahkan ada yang mengaku mencintai seseorang karena ALLAH sebagai simbol untuk memperjuangkan ISLAMISASI PACARAN (“ana uhubbuki fillah” katenye)..
padahal dalam al-Qur’an dan hadist, mana ada yang namanya pacaran???!! katanya cinta karena ALLAH.. bangunin shalat malam, bertanya “udah sholat blom??”, atau bilang “hari ini jangan lupa puasa ya ukhti..” tapi di samping itu eeeehhh kok masih berani melakukan hal-hal yang dimurkai ALLAH?? pandang-pandanganlah, berdua-duanlah, bahkan ada yang mengabaikan panggilan adzan hanya karena si doi lagi nelfon, de-el-el-deh.. -smg kita tidak termasuk di dalam pelaku kegiatan ini-
sooo,, apakah hal di atas dapat dikategorikan cinta karena ALLAH???
Berkata cinta karena ALLAH, tak jarang masih terjebak dalam syirik cinta. Mari tafakkuri ayat berikut >> “Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain ALLAH; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai ALLAH” (QS. al-Baqarah : 165)
Sering dari kita sakit karena cinta manusia, tapi saat jauh dari ALLAH, merasa tenang dan berleha. Termasuklah ia syirik dalam cinta..  -na’udzubillaah-
Lantas.. bagaimana jika kita ingin bangkit dan bangun dari rasa sakit, gundah gulanah dan juga galau yang menyempitkan ruang di hati, agar cinta yang fitrah kita rasakan tetap bernilai di sisi ilahi??
*
. (sebenarnya) Istilah MOVE ON itu sudah lama diterapkan, yaitu sejak zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan istilah HIJRAH yang artinya “berpindah ke yang lebih baik”..
Sering, kita mengidentikkan kata Move On itu dengan “Melupakan”..

Bohong Yang Boleh-Boleh Saja

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Kullil haqqa walau kaana murran..!!”
Katakanlah kebenaran walau itu pahit.. :)
Bohong adalah bohong,
dan bohong yang baik itu sama sekali tidak ada..
Pada dasarnya, hukum tentang berdusta atau berbohong adalah haram, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggolongkan mereka yang berdusta ke dalam golongan orang-orang yang berkarekteristik munafik, sebagaimana dalam sabda beliau “Empat hal jika semuanya ada pada seseorang ia adalah munafik semurni-murninya munafik. Jika satu di antara yang empat itu ada pada dirinya maka padanya terdapat saru sifat kemunafikan hingga ia dapat membuangnya; Jika berbicara ia berduta, jika diberi amanah ia khianat, jika berjanji ia melanggar dan jika membantah ia berbohong.” (HR. Bukhari-Muslim)
Banyak tertawa dapat mematikan hati, sehingga berdusta demi membuat orang tertawa juga tidak diperbolehkan. Karena tidaklah kita temui orang yang paling banyak tertawa kecuali dia adalah orang yang paling jauh dari al-Qur’an.
Dari Bahzi bin Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya radhiallahu ‘anh, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Celaka bagi orang yang berdusta untuk membuat tertawa suatu kaum. Celaka baginya kemudian celaka baginya!” (Diriwayatkan oleh rawi yang tiga dengan sanad yang kuat)
Hadist ini hasan. Al Manawi berkata, “Diriwayatkan oleh Ahmad Abu Daud, Tirmidzi, dan Al Hakim dari hadist Mu’awiyah bin Haidah. Hadist ini dinyatakan hasan oleh At-Tirmidzi, dan dikuatkan oleh Al Mundziri serta Ibnu Hajar.” Ibnu Hajar berkata, “Hadist ini diriwayatkan oleh rawi yang tiga dengan sanad yang kuat.”
Dalam buku Penjelasan Hukum dari kitab Bulughul Maram – Abdullah bin Abdurrhaman Al Bassam – dijelaskan bahwa :
Hadits ini berisi ancaman yang keras terhadap orang-orang yang berdusta, supaya orang yang mendengarnya tertawa. Terdapat beberapa dailil-dalil tentang keharaman berdusta, diantaranya, firman ALLAH Ta’ala “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai kemampuan tentangnya.” (QS. al-Israa : 36) demikian juga dalam firman-NYA, “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf : 18)
Diriwayatkan dalam Ash-Shahihaini dari hadist Ibnu Mas’ud, beliau mengatakan bahwa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Sesungguhnya kedustaan membawa seseorang kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan menjerumuskan seseorang ke dalam neraka. Sesungguhnya orang yang terus berupaya berdusta, maka dicatat ALAH sebagai seorang pembohong.”
Akan tetapi meski pada dasarnya, berbohong hukumnya haram, tetapi dalam keadaan tertentu, Islam memberikan kelonggaran. An-Nawawi berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya asal dari dusta adalah haram, tetapi dibolehkan dalam beberapa perkara, yaitu :
  • Setiap perkara terpuji yang mungkin meraihnya tanpa harus berdusta, maka diharamkan berdusta pada perkara tersebut.
  • Jika tidak mungkin meraih perkara terpuji itu tanpa berdusta, maka dibolehkan berdusta mendapatkan hasil perkara tersebut.
  • Kemudian jika perkara tersebut adalah hal yang mubah dan tidak mungkin meraihnya kecuali dengan berbohong, maka berbohong pada kondisi ini merupakan sesuatu yang mubah.
  • Tetapi jika perkara itu merupakan sesuatu yang wajib, maka diwajibkan berdusta pada kondisi ini.