Kamis, 09 Februari 2012
Ya Allah,
Ya Allah,
Jika aku bukan pemilik tulang rusuknya,
Janganlah biarkan aku merindukan kehadirannya...
Janganlah biarkan ku, melabuhkan hati ku dihatinya..
Kikislah pesonanya dari pelupuk mataku dan jauhkan dia dari relung hatiku...
... Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari padaMU yang tulus murni...
dan tolonglah agar dapat ku mengasihinya sebagai sahabat.
Tetapi jika Engkau ciptakan dia untukku ya Robb...
Maka satukan lah hati kami...
Bantulah diriku untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya...
Berikan ku kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...
Ridhoi dia...
Agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima diri ini dengan segala kelebihan dan kekuranganku
Sebagaimana telah Engkau ciptakan...
Yakinkanlah dia agar sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka dengan diriku...
Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doaku ini...
Lepaskanlah diri ini dari keraguan ,biarkan diri ini hanya menurut kasih dan kehendakMU...Aamiin ya Rabb
Duhai engkau calonku yang Tertulis Di Lauhul Mahfudz
Jika kau mencintaiku karena kecantikanku,menyejukkan setiap mata yang memandangnya, kemudian aku bertanya. . . saat kecantikan itu memudar dimakan usia,
MASIHKAH CINTAMU TERTUJU KEPADAKU? ? ?
... Jika kau mencintaiku karena ramahnya hatiku,memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu, kemudian aku bertanya. . .
saat keramahan itu tertutup kabut prasangka,
SEBERAPA MAMPU CINTAMU MEMENDAM CURIGA? ? ?
Jika kau mencintaiku karena kemandirian yang kumiliki,menyematkan rasa banggamu yang mengenalmu, kemudian aku bertanya. . . jika ditengah itu rasa manjaku tiba menyeruak,
SEBERAPA TANGGUH CINTAMU TUK TETAP BERSAMAKU? ? ?
Jika kau mencintaiku karena tegarnya sikapku,menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu, kemudian aku bertanya. . .
andai ketegaran itu rapuh diterpa badai,
SEBERAPA KUAT CINTAMU BERTAHAN? ? ?
Jika kau mencintaiku karena pengertian yang ku berikan,menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang ku tanam, kemudian aku bertanya. . .
kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat,
SEBERAPA KAU MAMPU MEMPERTAHANKAN CINTA INI? ? ?
Jika kau mencintaiku karena luasnya danau kesabaranku,menambah dalamnya rasa cinta semakin kau mengenalku, kemudian aku bertanya. . .
mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku,
SEBERAPA BESAR CINTAMU MAMPU MEMA'AFKAN? ? ?
Jika kau mencintaiku karena keteguhan imanku,bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya, kemudian aku bertanya. . .
kala iman itu jatuh menurun,
SEBERAPA BERKURANG AKHIRNYA CINTAMU PADAKU? ? ?
Jika kau mencintaiku karena ku yang telah kau pilih sebagai cinta yang kan kau pegang sepanjang hayat,hingga kau tak mampu berpaling pada yang lain.. kemudian aku bertanya
SEBERAPA MANTAP CINTAMU TUK TETAP SETIA? ? ?
Andai sejuta alasan tak cukup. . . .
untuk membuat cinta ini tetap bersama . . . .
maka biarkan ku pinta satu alasan tuk menjaga cinta ini. . .
AKU INGIN KAU CINTAI KARENA ALLAH! ! !
karena DIA kan selalu ada tuk menjaganya. .
maka cintaku kan tetap utuh dan setia. . .
hingga kelak, ku tak mampu lagi mencintaimumu. . . .
KARENA CINTAKU BERPULANG KEPADANYA
Senandung Doa…
Tuhan…
aku titipkan dia kepada Mu
dia, bagian dari tulang rusukku yang hilang…
... dia, separuh jiwa ku
yang nama dan keberadaanya masih Kau rahasiakan dariku
Tuhan…
jika dia membutuhkan ku
Izinkan aku melakukan sesuatu untuknya…
jika hatinya tumpul…
berilah cahaya Mu ke dalam nuraninya
Tuhan…
tegarkan dia
jika dia dirundung duka
hibur dia
jika hatinya tergores luka
temani dia
jika dia butuh teman bicara
Tuhan…
jika dia merindukan aku
bisikkan padanya
bahwa aku juga merasakan hal yang sama
jika dia menantikan pertemuan denganku
katakan padanya
bahwa aku juga menantikan saat itu tiba
Tuhan…
tolong jaga dan lindungi dia untukku
hingga pada suatu hari nanti
atas izin Mu
kami bisa bertemu…
aamiin
Pengantin Bidadari
(Ibnu Qayyim Al Jauziyah)
Sebagai seorang pengantin, wanita lebih cantik dibanding seorang gadis
Sebagai seorang ibu, wanita lebih cantik dibanding seorang pengantin
Sebagai istri dan ibu, ia adalah kata-kata terindah di semua musim
dan dia tumbuh menjadi lebih cantik bertahun-tahun kemudian…
***
Syahdan, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulebid.
Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat.
Dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu menikah. Beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, namun selalu ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan.
Akhirnya pada suatu pagi, ia menumpahkan kegalauan tersebut kepada sahabat yang dekat dengan Rasulullah.
“Coba engkau temui langsung Baginda Nabi, semoga engkau mendapatkan jalan keluar yang terbaik bagimu”, nasihat mereka.
Zulebid kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Baginda Nabi. Sambil tersenyum beliau berkata:
“Maukah engkau saya nikahkan dengan putri si Fulan?”
“Seandainya itu adalah saran darimu, saya terima. Ya Rasulullah, putri si Fulan itu terkenal akan kecantikan dan kesholihannya, dan hingga kini ayahnya selalu menolak lamaran dari siapapun.
“Katakanlah aku yang mengutusmu”, sahut Baginda Nabi.
“Baiklah ya Rasul”, dan Zulebid segera bergegas bersiap dan pergi ke rumah si Fulan.
Sesampai di rumah Fulan, Zulebid disambut sendiri oleh Fulan
“Ada keperluan apakah hingga saudara datang ke rumah saya?” Tanya Fulan.
“Rasulullah saw yang mengutus saya ke sini, saya hendak meminang putrimu si A.” Jawab Zulebid sedikit gugup.
“Wahai anak muda, tunggulah sebentar, akan saya tanyakan dulu kepada putriku.” Fulan menemui putrinya dan bertanya, “bagaimana pendapatmu wahai putriku?”
Jawab putrinya, “Ayah, jika memang ia datang karena diutus oleh Rasulullah saw, maka terimalah lamarannya, dan aku akan ikhlas menjadi istrinya.”
Akhirnya pagi itu juga, pernikahan diselenggarakan dengan sederhana. Zulebid kemudian memboyong istrinya ke rumahnya.
Sambil memandangi wajah istrinya, ia berkata,” duhai Anda yang di wajahnya terlukiskan kecantikan bidadari, apakah ini yang engkau idamkan selama ini? Bahagiakah engkau dengan memilihku menjadi suamimu?”
Jawab istrinya, ” Engkau adalah lelaki pilihan rasul yang datang meminangku. Tentu Allah telah menakdirkan yang terbaik darimu untukku. Tak ada kebahagiaan selain menanti tibanya malam yang dinantikan para pengantin.”
Zulebid tersenyum. Dipandanginya wajah indah itu ketika kemudian terdengar pintu rumah diketuk. Segera ia bangkit dan membuka pintu. Seorang laki-laki mengabarkan bahwa ada panggilan untuk berkumpul di masjid, panggilan berjihad dalam perang.
Zulebid masuk kembali ke rumah dan menemui istrinya.
“Duhai istriku yang senyumannya menancap hingga ke relung batinku, demikian besar tumbuhnya cintaku kepadamu, namun panggilan Allah untuk berjihad melebihi semua kecintaanku itu. Aku mohon keridhoanmu sebelum keberangkatanku ke medan perang.
Kiranya Allah mengetahui semua arah jalan hidup kita ini.”
Istrinya menyahut, “Pergilah suamiku, betapa besar pula bertumbuhnya kecintaanku kepadamu, namun hak Yang Maha Adil lebih besar kepemilikannya terhadapmu. Doa dan ridhoku menyertaimu”
***
Zulebid lalu bersiap dan bergabung bersama tentara muslim menuju ke medan perang. Gagah berani ia mengayunkan pedangnya, berkelebat dan berdesing hingga beberapa orang musuh pun tewas ditangannya. Ia bertarung merangsek terus maju sambil senantiasa mengumandangkan kalimat Tauhid…ketika sebuah anak panah dari arah depan tak sempat dihindarinya. Menancap tepat di dadanya. Zulebid terjatuh, berusaha menghindari anak panah lainnya yang berseliweran di udara. Ia merasa dadanya mulai sesak, nafasnya tak beraturan, pedangnya pun mulai terkulai terlepas dari tangannya. Sambil bersandar di antara tumpukan korban, ia merasa panggilan Allah sudah begitu dekat. Terbayang wajah kedua orangtuanya yang begitu dikasihinya. Teringat akan masa kecilnya bersama-sama saudaranya. Berlari-larian bersama t! eman sepermainannya. Berganti bayangan wajah Rasulullah yang begitu dihormati, dijunjung dan dikaguminya. Hingga akhirnya bayangan rupawan istrinya. Istrinya yang baru dinikahinya pagi tadi. Senyum
yang begitu manis menyertainya tatkala ia berpamitan. Wajah cantik itu demikian sejuk memandangnya sambil mendoakannya. Detik demi detik, syahadat pun terucapkan dari bibir Zulebid. Perlahan-lahan matanya mulai memejam, senyum menghiasinya….Zulebid pergi menghadap Ilahi, gugur sebagai syuhada.
***
Senja datang
Angin mendesau, sepi…
Pasir-pasir beterbangan…
Berputar-putar…
Rasulullah dan para sahabat mengumpulkan syuhada yang gugur dalam perang. Di antara para mujahid tersebut terdapatlah tubuh Zulebid yang tengah bersandar di tumpukan mayat musuh. Akhirnya dikuburkanlah jenazah zulebid di suatu tempat. Berdampingan dengan para syuhada lain.
Tanpa dimandikan…
Tanpa dikafankan…
Tanah terakhir ditutupkan ke atas makam Zulebid.
Rasulullah terpekur di samping pusara tersebut.
Para sahabat terdiam membisu.
Sejenak kemudian terdengar suara Rasulullah seperti menahan isak tangis. Air mata berlinang di dari pelupuk mata beliau. Lalu beberapa waktu kemudian beliau seolah-olah menengadah ke atas sambil tersenyum. Wajah beliau berubah menjadi cerah. Belum hilang keheranan shahabat, tiba-tiba Rasulullah menolehkan pandangannya ke samping seraya menutupkan tangan menghalangi arah pandangan mata beliau.
Akhirnya keadaan kembali seperti semula.
Para shahabat lalu bertanya-tanya, ada apa dengan Rasulullah.
“Wahai Rasulullah, mengapa di pusara Zulebid engkau menangis?”
Jawab Rasul, “Aku menangis karena mengingat Zulebid. Oo..Zulebid, pagi tadi engaku datang kepadaku minta restuku untuk menikah dan engkau pun menikah hari ini juga. Ini hari bahagia. Seharusnya saat ini Engkau sedang menantikan malam Zafaf, malam yang ditunggu oleh para pengantin.”
“Lalu mengapa kemudian Engkau menengadah dan tersenyum?” Tanya sahabat lagi.
” Aku menengadah karena kulihat beberapa bidadari turun dari langit dan udara menjadi wangi semerbak dan aku tersenyum karena mereka datang hendak menjemput Zulebid,” Jawab Rasulullah.
“Dan lalu mengapa kemudian Engkau memalingkan pandangannya dan menoleh ke samping?” Tanya mereka lagi.
“Aku mengalihkan pandangan menghindar karena sebelumnya kulihat, saking banyaknya bidadari yang menjemput Zulebid, beberapa diantaranya berebut memegangi tangan dan kaki Zulebid. Hingga dari salah satu gaun dari bidadari tersebut ada yang sedikit tersingkap betisnya….”
***
Di rumah, istri Zulebid menanti sang suami yang tak kunjung kembali. Ketika terdengar kabar suaminya telah menghadap sang ilahi Rabbi, Pencipta segala Maha Karya.
Malam menjelang…
Terlelap ia, sejenak berada dalam keadaan setengah mimpi dan dan nyata.
Lamat-lamat ia seperti melihat Zulebid datang dari kejauhan. Tersenyum, namun wajahnya menyiratkan kesedihan pula.
Terdengar Zulebid berkata, “Istriku, aku baik-baik saja. Aku menunggumu disini. Engkaulah bidadari sejatiku. Semua bidadari disini apabila aku menyebut namamu akan menggumamkan cemburu padamu…. “
Dan kan kubiarkan engkau yang tercantik di hatiku.
Istri Zulebid, terdiam.
Matanya basah…
Ada sesuatu yang menggenang disana..
Seperti tak lepas ia mengingat acara pernikahan tadi pagi..
Dan bayangan suaminya yang baru saja hadir..
Ia menggerakkan bibirnya..
“Suamiku, aku mencintaimu…
Dan dengan semua ketentuan Allah ini bagi kita..
Aku ikhlas….
Minggu, 05 Februari 2012
ANA UHIBBUKI FILLAH....
Bismillahirrahmanirrahim
Sifat manusia ingin menyayangi serta disayangi. Itulah naluri fitrah yang dikurniakan Allah. Sudah menjadi lumrah, sesuatu yang fitrah boleh bertukar menjadi fitnah andai tiada pengawasan dan penjagaan yang sempurna berdasarkan apa yang dilandaskan oleh Pencipta segala fitrah.
Andai fitrah menjadi fitnah, maka secara tidak langsung perbuatan itu sudah tidak lagi menjadi suatu ibadah lantaran Tuhan tidak lagi dijadikan matlamat utama.
Fitrah yang ingin saya highlightkan disini adalah fitrah ‘Persahabatan’. Sahabat/rakan/kenalan/
Bagaimana konsep fitrah ‘persahabatan’ ini boleh bertukar menjadi fitnah?
Apabila seseorang itu terlalu mengagung-agungkan sahabat yang disukainya sehingga seandainya ada kelemahan pada saudaranya itu tidak mahu menegur dan tetap mengatakan ianya tidak salah,
apabila pemergiannya diratapi seolah-olah tidak dapat menerima takdir yang memisahkan mereka berdua,
apabila diri sanggup berjanji untuk sehidup dan semati walaupun terpaksa mengorbankan tanggungjawab yang menjadi kepentingan sedangkan tiada siapa tahu bila dirinya akan mati,
apabila diri sanggup membenarkan segala yang diungkapkan oleh sahabat kesayangannya sungguhpun apa yang dikatakan tidak benar semata-mata ingin menjaga hati dan perasaan..kononnya menjaga persahabatan..
apabila diri mempergunakan sahabat untuk kepentingan peribadi, seolah-olah sebagai alat permainan yang rendah harga diri..serta bermacam-macam lagi.
Nilai persahabatan tidak terletak semata-mata kepada kedudukan material,pangkat, darjat, mahupun kata-kata indah ‘retorik’ seperti “aku sayang kamu sahabat..” , ” aku cintakan kamu kerana Allah sahabat..”. Tetapi ianya lebih daripada itu.
Ianya datang dari hati yang IKHLAS, berusaha ke arah pelaksanaan dan sejauh mana kita menjadikan ukhuwah itu sebagai pengikat antara kita dengan masyarakat di sekitar, tidak hanya kepada ahli-ahli jemaah sahaja. Dengan erti kata lain, menjadikan diri mudah didampingi dan seterusnya dapat meneruskan kewajipan amar ma’ruf, nahi munkar
Bagaimana kita mengaplikasikan konsep Hablum Min Allah serta Hablum Min An-nas dalam sebuah persahabatan.Yakni tindak-tanduk dan pekerti kita seiring dengan perasaan kasih kepada Allah dalam menghargai insan yang bergelar sahabat.
Mudahkah kita melafazkan kata-kata keramat ‘kasih’, ‘sayang’,'rindu’ dan ‘cinta’? Namun adakah kita benar-benar menghadirkan rasa kasihNya dalam setiap amal perbuatan kita. Sedarlah bahawa perkataan-perkataan ‘keramat’ itu bukanlah sebuah permainan yang begitu murah untuk dilontarkan, tetapi ianya adalah sebuah janji yang perlu ditunaikan.
Besederhanalah dalam persahabatan. Jangan terlampau ‘extreme’ dan ‘excessive’ sehingga wujudnya perasaan ingin mengagung atau memuja.Mahupun terlalu longgar sehingga timbul istilah “Conditional Friendship” – Hubungan yang dibina atas sebab-sebab peribadi, seandainya tidak memenuhi expectation, maka terputuslah hubungan.
Ukhuwah fillah dalam islam bukan seperti yang digambarkan oleh Jack dalam filem Titanic. ‘You jump, I jump..’ ataupun dalam kisah Romeo & Juliet. Sanggup membunuh diri semata-mata kerana ingin bersama orang yang tersayang. Itu bukannya sahabat. Itu kerja gila namanya!
Janganlah semata-mata kerana seseorang, prinsip kita menjadi larut dan cair. Hayatilah sirah baginda junjungan. Lihatlah bagaimana kaum ansar dan muhajirin bersaudara. Konsep persahabatan sebegitu yang perlu diterapkan.
Persahabatan dalam islam semata-mata ingin mengharapkan rahmat Allah. Mereka saling menyayangi dan mendoakan kesejahteraan antara satu sama lain kerana rahmat Allah. Mereka membantu dan menasihati antara satu sama lain kerana rahmat Allah. Mereka bertemu dan berpisah kerana rahmat Allah.
Biarpun jarak memisahkan mereka, namun tiada noktah kasih. Bak kata Ustaz Pahrol Juoi, ‘bertemu tidak jemu, berpisah tidak gelisah..’ Mereka redha di atas segala ketentuan, saat gembira dan duka dikongsi bersama. Seorang yang bersahabat semata-mata kerana ingin mendapatkan keredhaan Allah akan merasa ketenangan dan kemanisan dalam dirinya ketika beribadah. Ini bersesuaian dengan sabda baginda yang mafhumnya berbunyi :
“Tiga perkaram sesiapa yan terdapat ketiga-tiga perkara itu dalam dirinya beliau akan mendapat kemanisan iman: Bahawa Allah dan RasulNya lebih ia kasihi daripada yang lain, bahawa beliau tidak mengasihi seseorang kecuali kerana Allah, bahawa beliau benci kembali kepada kekufuran sebagaimana beliau benci dilontarkan ke dalam neraka”
(riwayat Bukhari)
“mukmin trhadap mukmin yang lain ibarat batu bata binaan yang saling memperkukuhkan antara satu sama lain” (riwayat bukhari)
“tidak ada suatupun yang paling berharga yang dimiliki oleh seseorang insan selepas nikmat Islam,selain teman-teman yang soleh..apabila kamu dapati kewujudan kasih-sayangnya..maka peganglah ia dengan sungguh-sungguh” Saidina Umar r.a
“Kasihilah sesuatu yang kau kasihi dengan seadanya, kerana suatu masa mungkin kau akan membencinya pula..Bencilah sesuatu yang kau musuhi dengan seadanya, kerana suatu masa mungkin engkau akan mencintainya pula..” – dipetik dari kitab Al-Adab Al-Mufrad Imam Bukhari.
Ukhuwah fillah akan tetap kekal selamanya sungguhpun kita dipisahkan oleh dua benua yang berbeza, kerana nilai persahabatan tidak terletak pada apa yang dilihat disisi, tetapi terletak pada apa yang tertanam di hati…biarlah waktu menentukan nilai ukhuwah yang terjalin..semoga bertemu akhirnya di taman Firdausi
maaf aku
maafkan aku Sahabat..
saat kau sedang di uji..
aku hanya mampu menjadi pendengar..
aku hanya mampu menangis
aku hanya mampu menasihat
aku hanya mampu memberimu semangat..
sedang...
aku x mampu membantumu..
aku x mampu berbuat apa-apa pun untukmu..
bukan aku..
x mahu..bukan aku x sudi..
tapi...tanganku ini bagai diikat & digari..
mana bisa aku membantumu..
wahai Sahabatku...
apa yg kumampu...hanyalah
mendoakanmu...pd Tuhan kita..
Ya-Allah...
Kau Maha Mendengar
rintihan hambaMu yg sedang Kau uji
ketika ini..
aku x mampu membantunya ya-Allah..
aku mohon pdMu ya-Allah
Kau ringankanlah penderitaan Sahabatku
Kau bantulah dia..menjadi manusia tabah
dengan ujianMu..
Kau dengarlah permohonannya
Kau berilah kekuatan pdnya
agar dia bisa bangun semula
meniti hari-hari depan
dengan penuh ketabahan
Kau lindungilah dia dr segala
kesulitan &
Kau selamatkanlah dia dr
manusia-manusia yg bisa memudaratkan dirinya..
Kau bantulah setiap kesusahan dirinya..
Kau tunjukkan pdNya
setiap apa yg Kau uji pd dirinya
adalah bukti kasih sayangMu pdnya...
Sahabatku...
biar apa pun ujian yg menimpamu
ingatlah..
itu tanda kasih sayang Allah pd hambaNya..
kau bertuah Sahabatku..
kerana Allah memilihmu
menjalani ujianNya..
walau seperit mana pun dugaan itu..
ingatlah pdNya selalu..
kerana Allah tidak pernah membiarkanmu..sendirian
setiap ujian itu, mengikut kemampuanmu..
****************************** ********
Hanya inilah bentuk bantuan
yg mampu kuhulurkan pdmu Sahabat
di saat tanganku kuat terikat...
dan...
tangan yg terikat inilah
yg mampu ku tadah pdMu ya-Robb
buat Sahabatku....♥♥♥
Semoga hidupmu kembali tenang..
setenang air di tasik..
setenang langit nan membiru....
setenang senyumanmu....~~
Langganan:
Postingan (Atom)